TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Akademi Pertanian Milenial Berdiri di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

16/04/2019 - 15:10 | Views: 2.27k
Peserta pelatihan mensimulasikan pengontrolan instrumen pertanian dengan menggunakan teknologi android. (FOTO : Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, BATU – Di tengah keengganan pemuda untuk terjun ke dunia pertanian, di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu berdiri sebuah Akademi Pertanian Milenial. Dimana di Akademi ini diajarkan tidak hanya ilmu-ilmu pertanian saja, namun juga dipadukan dengan kemampuan teknologi informasi sehingga membuat petani lebih berdaya.

Karena itu, jangan heran, kalau petani jebolan Akademi Pertanian Milenial ini bukan hanya mampu menguasai ilmu budidaya tanaman, namun juga mampu mengoperasikan peralatan digital yang digunakan.

teknologi-android2.jpg

Mengalirkan air, mengurangi kelembapan, menambah nutrisi atau pupuk cair pun bisa dilakukan jarak jauh, cukup menggunakan HP Android yang dimiliki sang petani.

Kemampuan ini dipertunjukkan dalam penutupan Pelatihan Peningkatan Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja yang dilaksanakan Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati Singosari Malang.

Hal ini membuat Kepala BLK Wonojati Singosari, Nur Fadhil mengacungkan jempol untuk para petani muda yang mengikuti pelatihan ini dan kemudian menindaklanjutinya dengan membuat Akademi Pertanian Milenial.

“Di era saat ini, banyak kalangan muda yang enggak untuk menjadi petani dengan berbagai alasan, seperti tidak kuat mencangkul tapi mampu mengoperasikan internet, kenapa tidak, bisa macul dengan cara digital,” ujar Ketua Kelompok Pelatihan, Rakhmad Hardiyanto.

teknologi-android3.jpg

Akademi Pertanian Milenial ini menjadi jawaban dari permasalahan pertanian dimana salah satunya menyebutkan bahwa indeks kumulatif petani usia rata-rata 45 tahun.

Di akademi ini yang dididik adalah anak-anak yang masuk usia kerja, bukan usia pensiun, sehingga pertanian bisa berkembang.

Selama dua puluh hari pelatihan, menurut Hardy mereka dilatih berbagai ilmu pertanian mulai dari pembuatan green house, pelatihan pembuatan kompos, organik cair, persemaian cabe, terong dan lain sebagainya.

“Proses  cikal bakal pertanian integrasi, dimana kita padukan pertanian dengan teknologi digital,” katanya.

Hal senada dikemukakan oleh Ifan Desprantika, salah satu peserta pelatihan. Ia mengatakan bahwa pelatihan yang diberikan oleh BLK Wonojati ini menghasilkan prototipe permakultur (desain ekologis).

“Tidak hanya sekedar bertani dan beternak, tapi kita siap menghadapi era digital 4.0,” ujar Ifan. Konsep pertanian yang dikolaborasikan dengan digital ini akan sangat menarik perhatian para muda.

Dengan menggunakan aplikasi internet of thing (IoT) ini, cukup dengan menggunakan HP android yang dipunyainya, ia bisa mengontrol berbagai hal terkait pertanian.

“Seperti mengontrol kelembaban tanah, suhu ruangan green house, hingga mendapatkan data kondisi tanaman, mengetahui masa panen hingga menjualnya,” kata Ifan.

Menggunakan teknologi hidroponik ini, kata Ifan, petani tidak perlu khawatir, karena selain mudah mengoperasionalkan pengadaan peralatannya sangat murah. “Satu perangkatnya hanya Rp 100 ribu,” katanya.

Untuk melakukan maping kondisi tanaman di lahan luas pun kini sangat mudah, karena bisa menggunakan drone.

Sementara itu Kepala BLK Wonojati Singosari, Nur Fadhil memberikan apresiasi atas tindaklanjut peserta pelatihan.

“BLK Wonojati memang ada program institusional dan Mobile Training Unit, program ini memang diperuntukkan untuk daerah-daerah yang belum tersentuh pelatihan di masyarakat,” kata Nur.

Lewat pelatihan ini diharapkan tercipta skill peserta hingga bisa dikembangkan agar bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ditengah keengganan pemuda untuk terjun ke dunia pertanian, di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu berdiri sebuah Akademi Pertanian Milenial. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Muhammad Dhani Rahman
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Batu
Copyright © 2019 TIMES Malang
Top

search Search