TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ekonomi

PAD Kabupaten Malang Naik Ikut Pengaruhi Neraca APBD 2018

11/06/2019 - 21:13 | Views: 4.40k
Caption: Plt Bupati Malang, HM Sanusi MM usai menyampaikan pertanggungjawaban RAPBD Kabupaten Malang 2018. (FOTO: widodo irianto/TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, MALANG – Hampir selama satu jam Plt Bupati Malang, HM Sanusi itu menyampaikan pertanggungjawaban itu dihadapan anggota legistaltif yang dipimpin Drs Hari Sasongko. 

Ini merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran RAPBD 2018 dan merupakan tahapan tahun ke tiga dari RPJMD Kabupaten Malang 2016-2021 serta RKPD tahun 2018 yang temanya "Pembangunan maju pertumbuhan ekonomi dalam upaya menurunkan angka kemiskinan melalui optimalisasi potensi pariwisata dan peningkatan daya dukung lingkungan hidup".

Prioritas yang ditetapkan, kata Sanusi adalah:

1. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan dasar.

2. Menurunkan angka kemiskinan melalui pembangunan ekonomi lokal.

3.Optimalisasi potensi pariwisata

4.Peningkatan upaya pelestarian lingkungan hidup dan ketangguhan dalam menghadapi bencana.

5. Peningkatan inovasi dan reformasi birokrasi.

Diungkapkan pula, pengelolaan keuangan daerah saat ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas anggaran pendapatan dan belanja daerah 2018 dengan lebih transparan dan akuntabel disesuaikan program pemerintah daerah yang sudah ditetapkan.

Dalam pelaksanaan dan kegiatan tersebut, kata dia, diperlukan adanya keterpaduan dan sinkronisasi antara kegiatan pada perangkat daerah dengan tetap memperhatikan tugas dan fungsi yang melekat pada masing-masing perangkat daerah serta adanya keterpaduan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Malang.

Pemkab juga terus melakukan upaya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meskipun dengan alokasi belanja yang sangat terbatas. "Untuk melaksanakan program yang optimal sekaligus, pencapaian visi dan misi pembangunan yang dilakukan secara efektif dan efisien," ujarnya.

RAPBD-Kabupaten-Malang.jpg

Hal itu tercermin dari pelaksanaan pertanggungjawaban APBD 2018 ini, lanjut Sanusi, disusun itu berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan tahun 2018 yang diserahkan kepada Pemkab Malang melalui Plt Bupati Malang tertanggal 27 Mei 2019, dinyatakan dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

"Ini WTP kali ke 5 yang kami terima secara berturut-turut," tegas Sanusi yang kemudian disambut tepuk tangan para hadirin.

Perjalanan APBD Tahun 2018 diungkapkan bahwa perbandingan anggaran pendapatan dan belanja daerah, pendapatan direncanakan Rp 3,8 triliun tapi realisasinya mencapai Rp 3,82 triliun. Sedangkan dari sisi belanja daerah dianggarkan Rp 4,05 triliun dan realisasinya Rp 3,6 triliun.

Beberapa sektor yang mendukung dalam perbandingan pendapatan dan belanja itu diantaranya PAD Kabupaten Malang naik Rp 50 miliar dari target sebesar Rp 535 miliar dengan realisasi Rp 585, 2 miliar.

Kenaikan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Malang telah mempengaruhi neraca perbandingan APBD Kabupaten Malang 2018 yang Selasa (11/6/2019) siang dipertanggungjawabkan oleh Plt Bupati Malang, HM Sanusi MM dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Widodo Irianto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Copyright © 2019 TIMES Malang
Top

search Search