TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ekonomi

Arus Balik Masih Panjang Contra Flow Mulai Diterapkan

09/06/2019 - 05:52 | Views: 29.65k
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat meninjau lewat Tol, arus balik melalui jalur darat.(FOTO: BKIP Kemnhub)

TIMESMALANG, JAKARTA – Penerapan contra flow pada beberapa ruas jalan Tol masih efektif dalam mengatasi kepadatan arus lalu lintas pada arus balik masyarakat. "Tetapi harus tetap hati-hati karena ada yang diterapkan di jalan tanjakan tajam dan arus balik ini masih akan berlangsung beberapa hari ke depan," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Sabtu (18/6/2019) malam.

Contra flow adalah sistem pengaturan lalu lintas yang mengubah arah normal arus kendaraan pada suatu jalan raya. Sistem ini dapat diterapkan untuk berbagai keperluan seperti evakuasi darurat, pemeliharaan jalan, atau pengatasan kemacetan

Menteri Perhubungan meninjau langsung situasi lalu lintas arus balik melalui jalur darat mulai dari Madiun hingga Semarang. Hasilnya, dari Madiun sampai ke Solo kondisi lalu lintas relatif lancar, namun dari Solo ke Semarang mulai terjadi kepadatan.

Contraflow.jpg

“Diskresi contra flow diterapkan pada KM 433 ruas Tol Semarang - Bawen akibat kepadatan kendaraan dari arah Solo menuju ke Semarang,” jelas Menhub saat berada di Gerbang Tol Banyumanik.

“Hari ini kelihatannya adalah puncak mudik balik (arus balik), yang semula kita antisipasi besok (Minggu,  9/6/2019). Tadi pak Dirlantas juga sudah mengambil keputusan untuk melakukan kegiatan contra flow,” ungkapnya.

Kepada Menteri Perhubungan,bDirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudi Antariksa menyatakan, contra flow diberlakukan dari KM 433 sampai dengan GT Banyumanik. Sedang sistem one way akan diterapkan secara situasional mengikuti perkembangan kepadatan arus lalu lintas di ruas tol.

“Lonjakan arus kendaraan dari Solo menuju ke Jakarta juga mulai meningkat. Sehingga tadi kami melakukan contra flow mulai dari KM 433 Ungaran sampai ke GT Banyumanik. Kalau arusnya nanti masih deras kami terapkan oneway secara situasional. Sekarang contra flow dulu. Kontra flow sudah cukup efektif,” ujar Rudi.

Menhub mengapresiasi kebijakan Dirlantas Polda Jateng yang menerapkan contra flow itu. Meski demikian Menhub minta kebijakan itu harus dilakukan secara hati-hati karena terdapat beberapa tanjakan yang dinilainya rawan.

“Saya mengapresiasi kebijakan itu,  namun ruas tol ini ada dilema karena ada beberapa tanjakan. Jadi harus dilakukan secara hati-hati, karena kalau langsung dilakukan secara drastis itu ada suatu luncuran mobil yang mungkin susah terkendali,” tuturnya.

Pada kesempatan itu,  Menhub juga menyampaikan evaluasi sementara, bahwa pada arus mudik tahun ini angka kecelakaan dan korban meninggal akibat kecelakaan menurun drastis. Namun demikian Menhub minta hal itu tetap harus diantisipasi dan tidak boleh lengah, karena arus balik lebaran 2019 masih berlangsung pada beberapa hari kedepan.

“Yang sangat signifikan adalah kecelakaan turun dan korban meninggal turun drastis kurang dari 50 persen. Tapi kita tidak boleh lengah karena masih ada beberapa hari lagi untuk kembali ke Jakarta dan Jawa Barat, kita harus melakukannya dengan konservatif,” jelasnya.

Penerapan contra flow pada beberapa ruas jalan Tol  memang dinilai masih efektif dalam mengatasi kepadatan arus lalu lintas pada arus balik masyarakat. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi minta kebijakan itu tetap harus diikuti dengan kehati-hati-an karena ada yang diterapkan di jalan tanjakan tajam, sedangkan arus balik ini masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Widodo Irianto
Publisher : Sholihin Nur
Copyright © 2019 TIMES Malang
Top

search Search