TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ekonomi

Indonesia dan Tiongkok Bicarakan 28 Proyek

21/03/2019 - 19:34 | Views: 37.71k
Acara First Joint Steering Committee Meeting di Hotel Laguna, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (21/3/2019).(Foto Khadafi/TIMES Indonesia).

TIMESMALANG, BALI – Dalam acara First Joint Steering Committee Meeting, menyepakati untuk menandatangani hasil rapat GMF-BRI antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah China atau Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Acara bertempat di Hotel Laguna, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Dalam hal itu, juga dibicarakan 28 proyek. 

"Jadi, tadi ini dengan Tiongkok, kita bicara one belt one road. Kita bicara ada 28 proyek yang akan dikerjasamakan dengan pihak Tiongkok," ucap Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (21/3/2019) malam.

Menteri Luhut juga menjelaskan, namun dalam kerjasama tersebut tidak hanya dengan Tiongkok tetapi juga ada Jerman dan Jepang.

"Tapi tidak semua dengan Tiongkok ada yang lain. kerjasamanya itu, ada Jerman dan Jepang juga. Jadi proyek itu tidak murni dengan Tiongkok. Memang ada yang murni (Kerjasama Tiongkok). Misalnya, tadi mereka menawarkan replanting program untuk palm oil. Ada juga kerja sama antar Tsinghua University dengan ITB dan juga dengan Kura-kura Island," ujarnya.

Misalnya kata dia, Kuala Tanjung (Sumatera Utara) itu antara Tiongkok dengan kita (BUMN). "Saya pikir, kita ingin finalisasi semua ini. Tahap pertama hampir selesai, mungkin ada beberapa miliar dollar yang kita harapkan ditandatangai satu bulan ke depan," tambah Luhut.

Sementara untuk tahap kedua, kerjasama tersebut sudah disepakati terhadap 4 ketentuan yang dibuat oleh Indonesia, yakni added value, teknologi fisrt class, transfer teknologi, dan menggunakan sebanyak mungkin tenaga kerja Indonesia.

"Nah, ini mereka semua pada setuju, dan mereka tadi kerjasama mengenai human capital itu mereka sangat setuju karena teknologi mereka sekarang sudah cukup bagus," ujar Luhut.

Menteri Luhut juga menjelaskan, terkait investasi awal kemungkinan sekitar miliar dollar dalam banyak proyek tersebut. "Mungkin beberapa miliar dollar, mungkin dekat sampai 10 miliar dollar. Proyek macam-macam dan ini be to be dan nggak ada pengaruh kepada government," ujarnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Muhammad Khadafi
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Bali
Copyright © 2019 TIMES Malang
Top

search Search