TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ekonomi

Kerjasama Indonesia-Pakistan, Komisi VI Bakal Undang Asosiasi Etil Alkohol dan MUI

11/02/2019 - 15:42 | Views: 20.75k
Teguh Juwarno (FOTO: Alfi Dimyati/TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, JAKARTAKomisi VI DPR RI bakal mengundang Asosiasi Etil Alkohol dan turunannya serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait dengan rencana Perjanjian Perdagangan Preferensial antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan.

"Sesuai dengan penugasan Bamus DPR RI melalui surat Pimpinan DPR nomor PW/00989/DPR Rl/l/2019 tanggal 15 Januari 2019, untuk melakukan pembahasan Surat Presiden Nomor: R-21/Pres/04/2018 tanggal 27 April 2018 mengenai Pengesahan Protokol Perubahan Perjanjian Perdagangan Preferensial antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan," jelas Ketua Komisi VI DPR RI, Teguh Juwarno di Ruang Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/02/2019).

Maka kata Teguh, Komisi VI DPR RI akan mengundang pihak terkait, seperti kementerian teknis, Majelis Ulama Indonesia dan asosiasi. 

Sebelumnya, beberapa asosiasi Etil Alkohol dan turunannya mengaku keberatan dengan perjanjian kerjasama tersebut lantaran bakal mengancam usahanya. Sebab, dalam perjanjian tersebut, bea masuk untuk etil Alkohol dari Pakistan gratis.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Lily Asdjudiredja juga mencecar Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita soal kerjasama tersebut. 

Dia mengungkapkan bahwa apabila Etil Alkohol dibebaskan bea masuknya, maka bea cukai bisa kebobolan oleh Alkohol asli dan generasi muda bangsa Indonesia akan hancur.

"Kenapa bisa 0 persen. Kan gila. Gak masuk akal," katanya.

Apalagi, Indonesia mayoritas penduduknya bergama Islam dan dalam ajaran agama Islam, mengkonsumsi Minuman Keras merupakan hal yang dilarang.

Majelis Ulama Indonesia sendiri telah mengeluarkan sikap keras menolak kerjasama tersebut.

"Ini MUI, Kiblat kita orang Islam. Masa orang islam mayoritas gini. Gak bisa gitu lah. Ini kan legal. Masalah halal pun kiga harus merujuk pada MUI, saya menolak (kerjasama tersebut)," katanya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2019 TIMES Malang
Top

search Search