TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Kelembaban Udara Penyebab Berkembangbiaknya Nyamuk

18/04/2019 - 20:34 | Views: 33.08k
(kiri-kanan) Kepala Bidang Informasi Iklim Terapan Klimatologi BMKG Marjuki, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dr. Achmad Yurianto dan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes drg. Widyawati. (Foto: Ivan Iskandaria/TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, JAKARTA – Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dr. Achmad Yurianto mengatakan berkembang biaknya nyamuk disebabkan oleh kelembaban udara di atas 75 persen yang menjadi musim yang disukai nyamuk untuk kawin.

Sementara di Arab Saudi tidak ada nyamuk dan ini disebabkan karena kondisinya kering dan nyamuk sangat suka di tempat lembab seperti di hutan karena kondisi kelembabannya tinggi.

"Ini akan menjadi model sebagai upaya pencegahan guna untuk mengurangi kasus demam berdarah," kata Achmad Yurianto saat konferensi pers di Kemenkes RI Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Achmad Yurianto berharap semua pihak harus berperan menyosialisasikan, mempromosikan kesehatan dan pencegahan sedini mungkin agar bisa mengurangi resiko kasus DBD.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Iklim Terapan Klimatologi BMKG Marjuki mengungkapkan adanya kecocokan data kelembapan udara di DKI Jakarta yang lebih dari 75 persen dengan jumlah kasus DBD yang meningkat.

Menurut Marjuki yang paling mempengaruhi meningkatnya kasus DBD bukan disebabkan curah hujan tetapi kelembaban udara. "Dari hasil pengkajian yang bekerja sama dengan sejumlah lembaga menunjukkan kecocokan iklim dan cuaca dengan meningkatnya perkembangbiakan nyamuk," tuturnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Ivan Iskandaria (MG-69)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2019 TIMES Malang
Top

search Search