TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Ramai Jadi Sorotan, Sutiaji Tinjau Langsung SDN 3 Kauman dan SMPN 13 Malang

11/02/2019 - 17:27 | Views: 2.76k
Wali Kota Malang, Sutiaji (Foto: Humas Pemkot Malang)

TIMESMALANG, MALANG – Wali Kota Malang Sutiaji  meninjau langsung SDN Kauman 3 dan SMPN 13 Malang, yang sempat ramai jadi sorotan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Sutiaji juga langsung mengklarifikasi informasi yang beredar pada Kepala Sekolah SDN Kauman 3, Irina Rosemari dan Kepala SMPN 13 Malang, Lilik Ernawati.

Sutiaji menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kota Malang harus segera memberikan sanksi kepada PNS yang melakukan pelanggaran sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

"Kami mengimbau Kepala Sekolah SDN Kauman 3 beserta Dinas Pendidikan Kota Malang untuk mengumpulkan wali murid dalam rangka dialog dan memberikan jaminan kepastian serta rasa aman pada wali murid agar lebih tenang dalam menyekolahkan anak-anaknya," katanya, Senin (11/2/2019).

Ia menyampaikan sekolah di Kota Malang harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi murid dan para wali murid. "Jangan sampai citra pendidikan Kota Malang kembali tercoreng atas ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Sutiaji.

Sebelumnya, salah satu wali murid SDN Kauman 3 melaporkan guru olahraga berinisial "I" atas kasus dugaan pelecehan seksual pada siswanya, Sabtu (9/2/2019). Guru tersebut, saat ini juga telah dinonaktifkan dari sekolah tersebut.

"Saya harap peristiwa ini tidak terulang kembali. Pemerintah Kota Malang akan langsung bertindak dan mengambil kebijakan sesuai dengan aturan," katanya.

Sedangkan untuk SMPN 13 Malang, Sutiaji menginformasikan bahwa 2 siswa yang melanggar aturan sekolah telah dipindahkan ke MTs Sunan Giri dan dua lainnya masih tetap di SMPN 13 Malang dengan perhatian khusus.

"Jadi bukan dikeluarkan, tapi dipindahkan ke Mts Sunan Giri. Jika dikeluarkan itu namanya lepas tangan dan tidak bertanggung jawab. Ini pihak sekolah hanya memindahkan saja," kata Sutiaji.

Sebelumnya, terdapat empat pelajar yang disanksi keras akibat melanggar peraturan sekolah. Keempat siswa yang duduk di bangku kelas 7 SMPN 13 kota Malang itu, diberi skorsing atas pelanggaran membawa minuman keras dan narkoba.

Wali Kota Malang, Sutiaji juga menyampaikan bahwa kenakalan remaja membutuhkan perhatian lebih dari orang tua dan pihak sekolah. Oleh karena itu kasus SDN Kauman 3 dan SMPN 13 Malang, harus menjadi pelajaran bersama bahwa apa yang terjadi pada anak-anak kita itu adalah tanggung jawab bersama. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Copyright © 2019 TIMES Malang
Top

search Search