TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Musim Penghujan, Produksi Batu Bata di Probolinggo Merosot 40 Persen

11/02/2019 - 15:50 | Views: 14.97k
Seorang pekerja batu bata, sedang membereskan batu batanya yang dijemur.(FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, PROBOLINGGO – Pembuatan batu bata merah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada musim penghujan tahun 2019, mengalami penurunan produksi hingga 40 persen setiap bulannya.

Seperti yang alami Tasrif (40) warga Desa Puspan, Kecamatan Maron,  Kabupaten setempat. Ia mengeluhkan pemmbuatan batu batanya, yang harus ekstra melakukan perawatan, karena seringkali tanpa sinar mata hari. Padahal, produksi batu bata, harus mengutamakan cahaya matahai, untuk menjemurnya.

Saat TIMES Indonesia bertandang ke tempat pembuatan batu bata di lahan miliknya Senin (11/2/2019).

Pengrajin-Batu-Bata-a.jpg

Ia sibuk membereskan batu bata yang telah kering. Dibantu kedua rekan kerjanya, menutupi batu batanya yang siap dibakar dengan plastik, karena akan turun hujan.

“Musim hujan produksi merosot 40 persen mas. Untuk menjemurnya butuh wakatu 1 minggu, yang biasanya kalau musim kemarau hanya butuh waktu 1 hari saja,” terang Tasrif, disela aktivitas membereskan batu batanya.

Pada musim hujan kali ini kata dia, harga batu batanya Rp 400 ribu dalam 1000 biji batu bata. Jika musim kemarau lebih murah yakni Rp 350 dalam 1000 biji. Harganya naik Rp 50 ribu, karena perawatannya sangat ribet. Saat ini hanya mampu memproduksi 60 ribu batu bata saja, biasanya mampu 100 ribu biji saat musim kemarau.

“Pemesanan saat ini juga menurun, kalaupun ada pemesanan, harus rela menunggu waktu yang agak lama, karena untuk mengeringkannya butuh waktu seminggu kadang lebih,” tutur pria berperawakan kris tinggi ini.

Pengrajin-Batu-Bata-b.jpg

Pembuayan batu bata yang ditekuninya itu berada di Tengah sawah di desa setempat. Lokasinya dekat dengan sungai sehingga tidak sulit ketika membutuhkan air guna untuk mengairi adonan tanah, yang sebagai dasar bahan pembuatan batu bata itu.

"Saat kemarau sehari karyawan saya bisa memproduksi 1 ribu perorang. Saya memiliki sekitar 3-4 orang. Jika masuk semua ya banyak. Namun saat ini hanya dua orang saja, karena memang produksi batu bata merah kita menurun 40 persen, " tambahnya di Probolinggo.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Dicko W
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Copyright © 2019 TIMES Malang
Top

search Search