TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Penampakan Buaya Muara, Disinyalir dari Perdagangan Satwa Liar

06/12/2018 - 21:44 | Views: 18.01k
Konferensi pers translokasi 11 buaya muara (FOTO: Rizki Amana/TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, JAKARTA – Penampakan buaya muara (crocodylus porosus) yang belakangan ini menjadi viral di media sosial, khususnya di sungai-sungai Jakarta menjadi perbincangan hangat di kalangan para penggiat satwa yang dilindungi. 

Seperti halnya, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang mensinyalir kemunculan satwa tersebut dikarenakan hasil perdagangan satwa liar yang dilindungi.

"Saat ini marak sekali perdagangan satwal liar, terutama jenis buaya muara ini. Karena memang maraknya komunitas dari masyarakat untuk memelihara reptil sehingga akhirnya banyak terjadi konflik dimana saja," ucap Ketua JAAN, Benvika, di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya, fenomena kemunculan tersebut bisa bermuala dari kalangan yang melepas buaya hasil peliharaannya pada sungai-sungai di Jakarta.

"Tapi keberadaan buaya di beberapa tempat di sungai sebenarnya tidak layak, itu yang kita sinyalir hasil dari pembelian dari beberapa komunitas. Sehingga pas saat sudah besar mereka melepas begitu saja," sambung Benvika.

Ia menambahkan, buaya muara (cocodylus porosus) merupakan satwa liar yang dilindungi dengan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang satwa liar yang dilindungi. 

Oleh karenanya, pihakya akan terus berkontribusi dan menjalin komunikasi baik dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta (BSKDA) maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk terus menjaga ekosistem alam khususnya satwa terlindungi.

"Dengan itu kami mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi agar proses regulasi ini berjalan dan mempunyai payung hukum yang kuat," tegas Benvika. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Rizki Amana
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur
Copyright © 2018 TIMES Malang
Top

search Search